Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan

Mr P di Bawah 14 Cm, Wanita Tetap Bisa Klimaks

Wanita Tetap Bisa Klimaks
UKURAN Mr P kadang masih menjadi hal yang dipandang sebagai faktor pemuas hasrat seks wanita. Namun, hal ini sesungguhnya tak perlu menjadi masalah yang dibesar-besarkan.

Besar atau kecilnya Mr P acap kali dijadikan sebagai simbol kejantanan seorang pria. Padahal, setiap orang terlahir dengan ukuran dan kondisi seksual yang tak sama. Ukuran Mr P yang kecil juga terkadang membuat pria menjadi tidak percaya diri.

Lantas, bagaimana seharusnya pria menyikapi hal ini?

“Ukuran rata-rata Mr P ialah sekira 14 sentimeter dan semua pria yang ukurannya berada di bawahnya semestinya tahu bahwa mereka tak sendirian,” ungkap pengajar seks, Jamye Waxman.

Bahkan di Denmark, ada sebuah kontes yang mencari pria dengan ukuran Mr P yang terkecil. Tujuannya tak lain untuk memupuk kepercayaan diri bagi para pemiliknya.

Lora Somoza, kolumnis seks untuk L.A Weekly juga setuju bahwa terbuka mengenai ukuran Mr P, lebih baik daripada bersikap sombong atau menyangkalnya.

Sam Phillips, seorang host radio, percaya bahwa kontes ini tak hanya memberi manfaat bagi para pria dengan ukuran kecil tersebut, namun juga wanita seperti dirinya.

“Saya lebih menyukai Mr P yang kecil karena dapat mencapai G-spot dan bukan leher rahim saya,” ungkapnya seperti dikutip

Huffington Post.“Para pria ini harusnya terkejut dengan dukungan yang diberikan wanita. Selama ini ukuran yang dipermasalahkan selalu ukuran Mr P, padahal ukuran Miss V juga berpengaruh,” tutupnya
0 komentar

Mengatasi 6 Jenis Teman Yang Menyebalkan

Teman Yang Menyebalkan
Add caption
Teman dengan segala kebiasaannya, suatu saat ia bisa menjadi pelipur lara kita. Ya, suatu saat. Namun bagaimana bila kebiasaan buruknya mulai mendominasi perbuatan baiknya pada kita? Bagaimana pun dia kan juga teman kita? Ya, tapi bagaimana pun, dia tidak bisa terus-terusan membuat Anda jengkel dengan habitnya.
Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Namun orang tersebut juga yang memutuskan apakah kelebihannya lebih menonjol atau membiarkan kekurangannya menghalangi potensi yang dimilikinya. Amy Alkon menjelaskan bahwa orang-orang tersebut, bagaimana pun akan terus berada di sekeliling kita. Ia memaparkan 6 jenis teman yang menyebalkan dan bagaimana agar Anda bisa tetap menghadapi mereka tanpa harus 'kecolongan' dan 'makan hati'.
1. Si Telat Kronis
Siapa yang betah menunggu dalam dua hingga tiga kali janji pertemuan hingga berjam-jam? Sudah pasti Anda akan memberi mereka gelar si telat yang kronis. Kecuali Anda adalah orang yang bisa memanfaatkan waktu menunggu itu sehingga tidak terlalu berpengaruh bagi Anda. Bagaimana cara mengatasinya? Orang seperti ini tidak akan dengan cepat mengubah kebiasaannya. Bila Anda lagi-lagi janjian dengannya, cobalah untuk membuat janji yang sudah ada jadwal tetap, misalnya nonton film. Atau bila Anda janjian di cafe, ajaklah satu orang lagi yang tidak memiliki kebiasaan telat, sehingga Anda tidak menunggu teman terlalu lama. Bila tidak ada teman, coba buat janji di tempat yang dekat dengan restoran atau toko buku. Sehingga Anda bisa menggunakan waktu menunggu untuk melakukan hal yang lain.
2. Si Kompetitif
Tidak, ini bukan kompetitif yang baik. Saat Anda bercerita Anda mendapatkan promosi di tempat kerja Anda, dia akan bercerita bahwa ia telah mendapat banyak penghargaan di tempat lain. Saat Anda bercerita bahwa Anda sedang galau, dia akan bercerita bahwa ia memiliki kesedihan yang lebih parah daripada yang Anda alami. Cobalah untuk memulai pembicaraan tentang dia, tentang tujuan dan goalnya, keinginannya sehingga ia akan menyadari bahwa Anda menghargainya. Bila dengan cara ini masih tidak membuatnya sadar, katakan dengan jujur bahwa setiap kali Anda bicara tentang diri Anda padanya, Anda merasa dia tidak mendengarkan Anda karena sepertinya ia akan segera mengalihkan topik dan sibuk dengan dirinya.
3. Si Berantakan
Dia lupa hari ulang tahun Anda, membatalkan janji di menit-menit terakhir. Ketahuilah bahwa hal ini menunjukkan seberapa berartinya Anda baginya. Meski begitu, bisa jadi bahwa sebenarnya bukan hanya kepada Anda ia begitu berantakan. Namun juga pada hidupnya sendiri. Bila Anda memiliki teman seperti ini, cobalah untuk meminjam ponselnya dan memasang alarm saat hari ulang tahun Anda. Namun bila masalahnya sudah menyangkut tentang sering membatalkan janji dengan Anda, mau tidak mau Anda harus bicara dari hati ke hati dengannya. Katakan bahwa saat setuju membuat janji dengannya, Anda telah melewatkan rencana lain. Bila masih tidak mengatasi masalah, sebaiknya Anda tidak mengulangi lagi untuk membuat janji dengannya.
4. Si Egois
Ketika yang kalian bicarakan adalah hanya tentang dia, dia dan dia. Tidak ada yang lebih bagus daripada dia. Anda belum selesai cerita, dia sudah menyelanya dengan cerita lain. Dongkol juga rasanya. Bila ini terjadi, katakan padanya, "Ok, itu tadi ceritamu yang keren banget, sekarang giliranku menyelesaikan ceritaku. Oke?" Katakan dengan baik, jangan dengan nada sinis. Ini akan membantunya lebih menghargai kesempatan orang lain. Anda juga bisa mencoba mengemas apa yang Anda ceritakan seolah Anda butuh pendapatnya, sehingga secara tidak langsung, ia akan bicara dalam topik yang telah ditentukan. Misalnya, "Pernah ke konseling pernikahan, nggak? Menurutmu gimana?"
5. Si Negatif
Teman seperti ini cenderung pesimis dalam melihat kehidupan. ia merasa segalanya tidak mungkin berjalan dengan baik, Ia tidak akan mendapatkan pacar ataupun pekerjaan yang baik. Bila Anda masih ingin berteman dengan orang seperti ini, cobalah untuk menolongnya. Bantu dia menemukan solusi dan menggali potensinya. Yakinkan dan beri dukungan. Bila hal-hal negatif bisa menular, maka hal positif juga lebih bisa menular. Dengan dukungan dan kepercayaan, Anda bisa menyuntikkan pikiran positif pada teman Anda ini.
6. Si Minta Traktir
Anda sering harus menjadi pihak yang membayar traktiran karena dia 'lupa' membawa dompet atau menghampiri kasir dan ngeloyor pulang begitu saja. Jangan khawatir, Anda tidak akan terjebak lagi dalam kondisi seperti ini. Cobalah untuk meminta agar bon bayar Anda dan teman Anda dipisah sejak awal memasuki rumah makan atau cafe di mana Anda dan teman Anda hendak makan. Anda bisa menyarankan pada teman Anda untuk sama-sama membawa bekal dan makan bersama di kantin daripada harus pergi membeli makanan.
Teman tetaplah teman, namun bila ia sudah banyak merugikan Anda, tidak ada salahnya untuk bicara dari hati ke hati. Bila ia tidak juga mengubah sikapnya, mungkin sebaiknya Anda mencari teman lain. Selamat berteman, Ladies.
0 komentar

Sudah Minum Pil KB, Pria Ogah Pakai Kondom

pria tidak suka pakai kondom
Add caption
APAKAH Anda sedang berencana untuk menunda kehamilan? Pil KB memang dapat membantu Anda melakukannya, namun ingatlah untuk tetap menjaga pertahanan dengan memakai kondom.

Bagi pasangan yang sedang menunda kehamilan, berbagai cara dapat dilakukan. Misalnya, dengan mengonsumsi pil kontrasepsi. Namun, hal ini bukanlah mencegah kehamilan secara pasti. Sebab, selalu ada kemungkinan hal tersebut gagal.

Para peneliti dari Stanford University mengikuti perkembangan 1.194 wanita yang mengunjungi Planned Parenthood untuk melakukan KB (keluarga berencana). Para peneliti menanyakan bagaimana pendapat mereka tentang penggunaan kondom dan memantau perkembangannya selama satu tahun, demikian seperti dikutip Cosmopolitan.

Awalnya, 36 persen responden mengatakan bahwa mereka secara konsisten menggunakan kondom. Selanjutnya angka turun ke 27 persen tiga bulan kemudian, tepat setelah mereka memutuskan untuk mengontrol kehamilan. Saat sebagian wanita berhenti mengonsumsi pil KB, mereka juga tak mengenakan kondom lagi ketika seks.

Yang mengejutkan, alasan wanita ini tak lagi menggunakan kondom ialah pasangannya tak mau mengenakannya. Tentu saja saat Anda mengonsumsi pil KB, kondom seperti tak lagi berguna. Namun, ingatlah bahwa tak selamanya pil tersebut terbukti 100 persen mencegah kehamilan, sehingga kondom dapat menjadi cadangan pertahanan yang tepat. Selain itu, kondom juga dapat menghindarkan Anda dari penyakit menular seksual (PMS).
0 komentar

Bijak Putuskan Kekasih, Jangan Tunjukkan Air Mata

Bijak Putuskan Kekasih
SEKIAN lama merajut tali kasih, mungkin akan terasa sulit saat harus memilih untuk mengakhiri hubungan itu di tengah jalan. Namun, mempertahankan hubungan yang tidak sehat juga bukan keputusan yang tepat.

Lantas, bagaimana memutuskan jalinan asmara dengan cara bijak? Simak ulasannya, seperti dilansir dari Men’shealth.

Lakukan secara cepat
 
Berpisah sudah pasti menjadi urusan yang sangat menyakitkan. Jika Anda memang sudah mantap untuk berpisah, segera katakan padanya. Jangan biarkan berlarut-larut. Misalnya, temuilah dia, katakan bahwa Anda ingin putuskan hubungan saat itu juga. Jangan biarkan dia merayu Anda lagi.

Manfaatkan kemarahannya

Saat Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan, tentu dia akan merasa marah. Jika demikian, manfaatkan bahwa Anda sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya yang emosional.

Cara halus

Jika Anda termasuk orang yang tidak tegaan, mungkin cara halus bisa dicoba untuk memutuskan jalinan asmara yang sudah tidak bisa dipertahankan. Ajaklah pasangan Anda untuk bertemu, lalu ceritakan apa yang dirasakan selama ini. Begitu pula dengan alasan hubungan tersebut harus berakhir. Katakan padanya, bahwa mungkin dengan menjadi teman akan jauh lebih baik.

Jangan tunjukkan air mata

Perpisahan memang salah satu hal yang paling menyakitkan. Tak heran, air mata kerapkali mengalir saat memutuskan hal itu. Namun, jika Anda berniat putus dari kekasih, jangan coba-coba menunjukkan air mata Anda. Cobalah bersikap tegar agar bisa menunjukkan kalau Anda bisa hidup tanpanya.
0 komentar

Posisi Tidur Telungkup Sebabkan Mimpi Erotis?

Tidur Telungkup Sebabkan Mimpi Erotis
TIDUR dengan posisi menahan perut sebagai tumpuan badan Anda ternyata dapat menghasilkan sebuah mimpi erotis. Lalu, apa yang dapat mengakibatkan semua itu terjadi?

Orang-orang yang tidur dengan perut yang menjadi tumpuan mereka secara signifikan lebih cenderung memiliki mimpi erotis dibandingkan dengan mereka yang tertidur dengan posisi lain, sebuah studi baru mengungkapkannya. Peserta penelitian melaporkan merasakan sensasi berhubungan seks lebih sering daripada orang lain saat posisi tidur seperti itu diterapkan.

Penulis Calvin Kai-Ching Yu dari Shue Yan University di Hong Kong mengatakan, kenaikan dalam pikiran seksual bisa jadi karena orang tidak mendapatkan udara sebanyak ketika mereka tidur dengan tumpuan perut, sehingga pikiran mereka membayangkan sesuatu menjadi terbatas ketika tidur. Untuk penelitian ini, dia berbicara kepada 670 siswa, dua pertiga di antaranya adalah wanita dan meminta mereka untuk mengisi survei tentang mimpi mereka.

Dia juga meminta mereka untuk menuliskan posisi tidur mereka, seberapa sering mereka tidur dengan posisi telungkup atau menghadap ke atas. Di antara jawaban yang didapatkan, ditemukan banyak orang yang tidur dengan posisi telungkup atau perut menjadi tumpuan mereka.

"Studi ini memberikan bukti bahwa pengalaman mimpi dan dalam isi mimpi tertentu dapat dipengaruhi oleh postur tubuh saat tidur," kata Kai-Ching Yu, dikutip dari Dailymail.

Ching Yu percaya bahwa otak selama tidur sama sekali tidak benar-benar terlepas dan rangsangan yang masuk dalam otak mungkin dimasukkan dalam isi mimpi mereka.

"Otak menyadari mimpi untuk memahami dan memanfaatkan rangsangan eksternal," tutupnya.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Entertaiment Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger